Minuman dingin dalam kemasan selalu dicari, terutama dalam cuaca panas terik. Tak hanya melegakan tenggorokan yang kering, rasa manisnya juga memberi efek menyegarkan (atau ketagihan?). Padahal itu hanyalah efek semu akibat kandungan gula. Jangan terlena. Minuman kemasan tidak diperuntukkan sebagai minuman sehari-hari.
Ada jurus cerdas yang perlu Anda kuasai agar tidak terjebak menjadi pecandu minuman kemasan. Ini dia, menurut Jansen Ongko, MSc, RD, ahli nutrisi dari La Gizi.
1. Sadari bahwa yang membuat Anda ketagihan minuman kemasan adalah gula.
Apa pun jenis minumannya – teh, jus, susu, yogurt, bahkan kopi – rasa manis gulalah yang membuat minuman kemasan ini menjadi sangat nikmat di lidah Anda. Padahal rasa manis gula ini dapat membuat tubuh kecanduan. Itu sebabnya, sekali Anda cicipi minuman dalam kemasan, tubuh Anda terus menagihnya.
Nah, begitu Anda mulai ketagihan, akan sulit bagi Anda untuk menghentikannya. Faktanya, minuman kemasan dengan kandungan gula yang tinggi menjadi salah satu penyebab berbagai masalah kesehatan, salah satunya obesitas. Para ahli menyebut minuman dalam kemasan ini sebagai liquid candy, permen dalam bentuk cair.
2. Pilih minuman kemasan dengan warna yang tidak terlalu mencolok.
Pewarna ditambahkan agar warna minuman menjadi lebih menarik. Pewarna makanan sebenarnya aman digunakan apabila sesuai anjuran dan telah lolos BPOM. Namun kita tidak mengetahui besar kadar pewarna yang ditambahkan ke dalam suatu produk. Jadi lebih baik memilih minuman dengan warna yang tidak terlalu mencolok atau tidak ditambahkan pewarna sama sekali.
3. Perhatikan komposisi minuman kemasan.
Ada baiknya Anda memperhatikan komposisi yang tertera di kemasan untuk mengetahui bahan yang terkandung dalam suatu produk. Apalagi bila Anda sensitif (alergi) terhadap bahan makanan/bahan tambahan pangan tertentu. Anda wajib membaca komposisi dengan cermat untuk meminimalkan hal yang tidak diinginkan, seperti keracunan. Secara umum, isi dari minuman kemasan adalah air, gula (baik alami maupun buatan), pengawet, perisa (flavour), dan pewarna. Dan asal Anda tahu saja, air dan gula merupakan duaingredient teratas dalam kandungan minuman kemasan.
4. Batasi konsumsi minuman kemasan yang mengandung pemanis buatan.
Pemanis (khususnya gula) merupakan penyumbang kalori terbesar. Pemanis yang ditambahkan dapat berupa bahan alami maupun sintetik. Umumnya, pemanis alami mengandung kalori dari karbohidrat berbentuk gula, sedangkan pemanis sintetik (misalnya sakarin dan siklamat) memberikan rasa manis tanpa mengandung kalori.
Tapi jangan senang dulu. Meski minim kalori, tidak berarti minuman kemasan dengan pemanis buatan lebih baik. Siklamat, misalnya, meski memiliki rasa manis 30 kali lipat dari sukrosa, hasil metabolisme siklamat akan membentuk siklohesamina yang bersifat karsinogenik.
5. Wajib memerhatikan takaran saji.
Banyak orang menyepelekan informasi mengenai takaran saji. Padahal, membaca informasi takaran saji dapat mencegah Anda dari kelebihan asupan kalori. Contohnya begini: Takaran saji minuman favorit Anda, yang memiliki isi 500 ml adalah dua. Ini artinya, minuman tersebut diperuntukkan untuk dua porsi dengan perhitungan per porsinya adalah 250 ml.
Namun pada kenyataannya, ketika mengonsumsi minuman kemasan, Anda cenderung untuk langsung menghabiskannya dalam sekali minum. Oleh karena itu sebaiknya pilihlah minuman yang hanya memiliki satu takaran saji untuk meminimalkan kelebihan asupan kalori.
6. Perhatikan kandungan gula per saji, bukan per kemasan.
Kandungan gula menyumbang kalori terbesar pada minuman kemasan. Menurut WHO (2003), para peneliti merekomendasikan bahwa gula yang ditambahkan ke dalam minuman kemasan tidak lebih dari 10 persen dari total asupan kalori harian.
Tapi, jangan terkecoh dengan kandungan gula di daftar komposisi (ingredient), ya. Yang perlu Anda perhatikan adalah jumlah kandungan gula per takaran saji, bukan kandungan gula dalam satu kemasan. Minuman kemasan yang mengandung sedikit gula per takaran saji atau sama sekali tidak ditambahkan gula, jauh lebih baik.
7. Jangan mengandalkan asupan vitamin dan mineral dari minuman kemasan.
Produsen minuman kemasan seringkali menambahkan vitamin untuk meningkatkan nilai gizinya dan sebagai upaya untuk meningkatkan daya jual produk tersebut. Nah, yang perlu Anda pahami, vitamin dan mineral dari minuman kemasan umumnya relatif rendah, sehingga tak bisa Anda andalkan untuk memenuhi Angka Kebutuhan Gizi.
Tapi beberapa jenis minuman kemasan -- seperti jus buah kemasan, memang didesain mengandung vitamin C dosis tinggi, yang kadang melebihi angka kecukupan harian.
Meski begitu, Anda sebaiknya tidak mencoba memenuhi asupan vitamin dan mineral dari minuman kemasan. Karena umumnya minuman kemasan adalah tinggi akan kandungan kalori yang berasal dari gula. Ini bisa berarti, Saat Anda berhasil memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tubuh lewat minuman kemasan, bisa jadi Anda sebenarnya sudah berlebihan mengonsumsi minuman kemasan.

No comments:
Post a Comment